10/09/11

Drago Mamic Pelatih Anyar Persib Bandung Drago Mamic memiliki keleluasaan mencari pemain terbaik. SABTU, 10 SEPTEMBER 2011, 00:38 WIB Toto Pribadi Drago Mamic (yahoosport) BERITA TERKAIT Persib Baru Jamin Masa Depan 4 Pemain Persib Bingung Pilih Raja Isa atau Drago Nova Arianto Berlabuh di Sriwijaya FC Sriwijaya FC Bantah Ridwan & Ferry ke Persib Persib Susun Skenario Duetkan Jaya & RD VIVAnews – Tim kecil yang terdiri dari empat pengurus teras Persib Bandung akhirnya memutuskan untuk menunjuk pelatih asal Kroasia, Drago Mamic sebagai pelatih Persib musim depan. Kesepakatan itu dicapai Jumat malam, 9 September setelah sebelumnya Drago menyampaikan pemaparan program kerjanya dihadapan tim kecil yang beranggotakan Glen Sagita (Direktur Utama PT PBB), Zaenuri Hasyim (Komisaris Utama PT PBB), Kuswara S Taryono (Komisaris PT PBB) dan Umuh Muchtar (Manajer). “Memang betul malam ini kita sudah sepakat mengontrak Drago selama satu tahun. Besok (Sabtu) atau Senin (12 September) kita akan perkenalkan secara resmi kepada publik melalui media,” jelas Umuh saat dihubungi VIVAnews.com. Dikatakan Umuh, setelah proses negosiasi berjalan mulus, Drago akan langsung berangkat menuju Bandung. “Setelah bertemu pengurus dia menyatakan akan langsung ke Bandung,” papar Umuh. Pengurus Persib membebani Drago target juara musim depan. Apalagi dengan dukungan finansial yang kuat, Drago memiliki keleluasaan mencari pemain terbaik untuk menggantikan beberapa pemain yang sudah memutuskan hengkang ke klub lain. “Meskipun baru pertama kali melatih di Indonesia. Dia harus membawa Persib juara, kita cukup percaya dia pelatih yang cukup berkualitas dan berpengalaman,” tegas Umuh. Laporan: YADI/Bandung • VIVAnews



Drago Mamic Pelatih Anyar Persib Bandung

Drago Mamic memiliki keleluasaan mencari pemain terbaik.

SABTU, 10 SEPTEMBER 2011, 00:38 WIB
Toto Pribadi
VIVAnews – Tim kecil yang terdiri dari empat pengurus teras Persib Bandung akhirnya memutuskan untuk menunjuk pelatih asal Kroasia, Drago Mamic sebagai pelatih Persib musim depan.

Kesepakatan itu dicapai Jumat malam, 9 September setelah sebelumnya Drago menyampaikan pemaparan program kerjanya dihadapan tim kecil yang beranggotakan Glen Sagita (Direktur Utama PT PBB), Zaenuri Hasyim (Komisaris Utama PT PBB), Kuswara S Taryono (Komisaris PT PBB) dan Umuh Muchtar (Manajer).

“Memang betul malam ini kita sudah sepakat mengontrak Drago selama satu tahun. Besok (Sabtu) atau Senin (12 September) kita akan perkenalkan secara resmi kepada publik melalui media,” jelas Umuh saat dihubungiVIVAnews.com.
Dikatakan Umuh, setelah proses negosiasi berjalan mulus, Drago akan langsung berangkat menuju Bandung. “Setelah bertemu pengurus dia menyatakan akan langsung ke Bandung,” papar Umuh.
Pengurus Persib membebani Drago target juara musim depan. Apalagi dengan dukungan finansial yang kuat, Drago memiliki keleluasaan mencari pemain terbaik untuk menggantikan beberapa pemain yang sudah memutuskan hengkang ke klub lain.

“Meskipun baru pertama kali melatih di Indonesia. Dia harus membawa Persib juara, kita cukup percaya dia pelatih yang cukup berkualitas dan berpengalaman,” tegas Umuh.
Laporan: YADI/Bandung
• VIVAnews
Toto Pribadi
VIVAnews – Tim kecil yang terdiri dari empat pengurus teras Persib Bandung akhirnya memutuskan untuk menunjuk pelatih asal Kroasia, Drago Mamic sebagai pelatih Persib musim depan.

Kesepakatan itu dicapai Jumat malam, 9 September setelah sebelumnya Drago menyampaikan pemaparan program kerjanya dihadapan tim kecil yang beranggotakan Glen Sagita (Direktur Utama PT PBB), Zaenuri Hasyim (Komisaris Utama PT PBB), Kuswara S Taryono (Komisaris PT PBB) dan Umuh Muchtar (Manajer).

“Memang betul malam ini kita sudah sepakat mengontrak Drago selama satu tahun. Besok (Sabtu) atau Senin (12 September) kita akan perkenalkan secara resmi kepada publik melalui media,” jelas Umuh saat dihubungiVIVAnews.com.
Dikatakan Umuh, setelah proses negosiasi berjalan mulus, Drago akan langsung berangkat menuju Bandung. “Setelah bertemu pengurus dia menyatakan akan langsung ke Bandung,” papar Umuh.
Pengurus Persib membebani Drago target juara musim depan. Apalagi dengan dukungan finansial yang kuat, Drago memiliki keleluasaan mencari pemain terbaik untuk menggantikan beberapa pemain yang sudah memutuskan hengkang ke klub lain.

“Meskipun baru pertama kali melatih di Indonesia. Dia harus membawa Persib juara, kita cukup percaya dia pelatih yang cukup berkualitas dan berpengalaman,” tegas Umuh.
Laporan: YADI/Bandung
• VIVAnews

Arsenal Menang Tipis Atas Swansea City Arsenal meraih tiga angka di kandang sendiri saat menjamu tim promosi Swansea City, meski hanya dengan keunggulan tipis. Oleh M Yanuar F 83 Komentar SELENGKAPNYA TENTANG : Arsenal, Swansea City, Arsenal - Swansea City Getty Images Gol tunggal dari Andrei Arshavin sudah cukup untuk mengamankan tiga angka Arsenal di Emirates Stadium saat menjamu tim promosi Swansea City, Sabtu (10/9) malam WIB. Tak mengesankan memang, tapi hasil itu mungkin sudah cukup untuk mengembalikan semangat pemain Arsenal, yang di pertandingan sebelumnya dipermak Manchester United 8-2 di Old Trafford. Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Arsenal di musim ini. Perolehan poin The Gunners pun menjadi empat hingga laga keempat Liga Primer Inggris musim ini. Jumlah tersebut sudah lebih baik ketimbang Swansea City yang menduduki peringkat 17 dengan dua angka. Di pertandingan ini, Arsene Wenger menurunkan tiga pemain yang didatangkan di detik-detik akhir bursa transfer musim panas, yaitu Per Mertesacker, Mikel Arteta dan Yossi Benayoun. Nama terakhir dimasukkan sebagai pemain pengganti. Sementara Park Chu-Young dan Andre Santos tidak dimainkan meski masuk dalam daftar pemain pengganti. Dengan komposisi lini per lini yang berbeda dengan sebelumnya, Arsenal tidak menunjukkan agresifitas dalam bermain. Namun mereka tetap memberikan tekanan. Setelah beberapa kali gagal mencetak gol, gawang Swansea akhirnya jebol setelah Arshavin melepas tendangan kaki kiri lewat sudut sempit di menit 40. Di sisa lima menit waktu yang ada, Arsenal beberapa kali memiliki kesempatan untuk kembali mencetak gol jika saja Michael Vorn tidak cemerlang di bawah mistar gawang Swansea. Di babak kedua, Arsenal masih berusaha terus menekan, memaksa Swansea bermain di daerahnya sendiri dan mengandalkan serangan balik. Hanya saja tak ada tambahan gol tercipta di 45 menit kedua oleh masing-masing tim. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal pun bertahan. >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris >> Semua Berita Sepakbola Inggris >> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Primer Inggris


Arsenal Menang Tipis Atas Swansea City

Arsenal meraih tiga angka di kandang sendiri saat menjamu tim promosi Swansea City, meski hanya dengan keunggulan tipis.

Oleh M Yanuar F

EPL - Arsenal v Swansea City, Mikel Arteta and Kemy Agustien
Getty Images
Gol tunggal dari Andrei Arshavin sudah cukup untuk mengamankan tiga angka Arsenal di Emirates Stadium saat menjamu tim promosi Swansea City, Sabtu (10/9) malam WIB.

Tak mengesankan memang, tapi hasil itu mungkin sudah cukup untuk mengembalikan semangat pemain Arsenal, yang di pertandingan sebelumnya dipermak Manchester United 8-2 di Old Trafford.

Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Arsenal di musim ini. Perolehan poin The Gunners pun menjadi empat hingga laga keempat Liga Primer Inggris musim ini.

Jumlah tersebut sudah lebih baik ketimbang Swansea City yang menduduki peringkat 17 dengan dua angka.

Di pertandingan ini, Arsene Wenger menurunkan tiga pemain yang didatangkan di detik-detik akhir bursa transfer musim panas, yaitu Per Mertesacker, Mikel Arteta dan Yossi Benayoun. Nama terakhir dimasukkan sebagai pemain pengganti.

Sementara Park Chu-Young dan Andre Santos tidak dimainkan meski masuk dalam daftar pemain pengganti.

Dengan komposisi lini per lini yang berbeda dengan sebelumnya, Arsenal tidak menunjukkan agresifitas dalam bermain. Namun mereka tetap memberikan tekanan.

Setelah beberapa kali gagal mencetak gol, gawang Swansea akhirnya jebol setelah Arshavin melepas tendangan kaki kiri lewat sudut sempit di menit 40.

Di sisa lima menit waktu yang ada, Arsenal beberapa kali memiliki kesempatan untuk kembali mencetak gol jika saja Michael Vorn tidak cemerlang di bawah mistar gawang Swansea.

Di babak kedua, Arsenal masih berusaha terus menekan, memaksa Swansea bermain di daerahnya sendiri dan mengandalkan serangan balik.

Hanya saja tak ada tambahan gol tercipta di 45 menit kedua oleh masing-masing tim. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal pun bertahan.

>> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Semua Berita Sepakbola Inggris
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Primer Inggris

Oleh M Yanuar F

EPL - Arsenal v Swansea City, Mikel Arteta and Kemy Agustien
Getty Images
Gol tunggal dari Andrei Arshavin sudah cukup untuk mengamankan tiga angka Arsenal di Emirates Stadium saat menjamu tim promosi Swansea City, Sabtu (10/9) malam WIB.

Tak mengesankan memang, tapi hasil itu mungkin sudah cukup untuk mengembalikan semangat pemain Arsenal, yang di pertandingan sebelumnya dipermak Manchester United 8-2 di Old Trafford.

Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Arsenal di musim ini. Perolehan poin The Gunners pun menjadi empat hingga laga keempat Liga Primer Inggris musim ini.

Jumlah tersebut sudah lebih baik ketimbang Swansea City yang menduduki peringkat 17 dengan dua angka.

Di pertandingan ini, Arsene Wenger menurunkan tiga pemain yang didatangkan di detik-detik akhir bursa transfer musim panas, yaitu Per Mertesacker, Mikel Arteta dan Yossi Benayoun. Nama terakhir dimasukkan sebagai pemain pengganti.

Sementara Park Chu-Young dan Andre Santos tidak dimainkan meski masuk dalam daftar pemain pengganti.

Dengan komposisi lini per lini yang berbeda dengan sebelumnya, Arsenal tidak menunjukkan agresifitas dalam bermain. Namun mereka tetap memberikan tekanan.

Setelah beberapa kali gagal mencetak gol, gawang Swansea akhirnya jebol setelah Arshavin melepas tendangan kaki kiri lewat sudut sempit di menit 40.

Di sisa lima menit waktu yang ada, Arsenal beberapa kali memiliki kesempatan untuk kembali mencetak gol jika saja Michael Vorn tidak cemerlang di bawah mistar gawang Swansea.

Di babak kedua, Arsenal masih berusaha terus menekan, memaksa Swansea bermain di daerahnya sendiri dan mengandalkan serangan balik.

Hanya saja tak ada tambahan gol tercipta di 45 menit kedua oleh masing-masing tim. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal pun bertahan.

>> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Semua Berita Sepakbola Inggris
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Primer Inggris

PSSI Panggil Pemain Timnas yang Temui Riedl "Secara substansi, bertemu Riedl tanpa sepengetahuan PSSI itu salah."



JUM'AT, 9 SEPTEMBER 2011, 15:41 WIB
Irvan Beka, Muhayati Faridatun
VIVAnews - PSSI  telah mendengar kabar adanya pertemuan sejumlah pemain tim nasional Indonesia dengan mantan pelatih timnas, Alfred Riedl. Penanggung jawab timnas Brigjen TNI Bernhard Limbong mengatakan PSSI akan memanggil pemain-pemain tersebut.

Sebelumnya, begitu mendengar kabar pertemuan para pemain dengan Riedl, yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu 7 September 2011, Limbong meminta Riedl angkat kaki dari Indonesia.

Pria yang juga menjabat Ketua Komisi Disiplin PSSI ini menyatakan akan meminta keterangan dari para pemain. Dia akan memanggil Bambang Pamungkas dan kawan-kawan untuk mengklarifikasi pertemuan tersebut.

"Para pemain yang menemui Riedl akan kami panggil," kata Limbong di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat 9 September 2011.

Limbong mengakui tidak ada larangan di PSSI bagi pemain timnas untuk melakukan pertemuan demi menjalin silaturahmi. Meski demikian, menurutnya pertemuan yang digelar sehari setelah timnas dipukul 0-2 oleh Bahrain, tidaklah tepat.

"Secara substansi, bertemu Riedl tanpa sepengetahuan PSSI itu salah. Memang silaturahmi tidak apa-apa, tadi tidak dalam waktu ini," ia menegaskan. "Setelah bertemu Riedl, ada penolakan terhadap Wim tapi ini baru isu. Saya selaku Ketua Komite Displin menanyakan apa substansi pertemuan itu. Kami risih kalau Riedl menemui pemain dalam kondisi seperti ini," kata pria yang pernah menjadi anak buat mantan KSAD Jenderal (purn) George Toisutta.
Dia juga tercatat merupakan anggota tim sukses George dan pengusaha-politisi Arifin Panigoro di Munas PSSI lalu. (kd)

09/09/11

WAWANCARA - Alfred Riedl: Wim Rijsbergen Tidak Layak Melatih Timnas Indonesia, Mungkin Suatu Saat Nanti Saya Bisa Kembali Pria Austria ini tak menutup pintu terhadap kemungkinan kembali menangani Garuda. 8 Sep 2011 21:05:00 Oleh Dede Sugita 834 Komentar SELENGKAPNYA TENTANG : Indonesia, Wim Rijsbergen, Alfred Riedl Usai didepak dari jabatan pelatih timnas Indonesia oleh rezim PSSI anyar, Alfred Riedl sempat memosisikan diri di pihak netral terhadap sang suksesor, Wim Rijsbergen. Namun, dengan catatan Tim Merah-Putih yang melempem di tangan pria Belanda berusia 59 tahun itu, kalah beruntun di tiga partai terakhir -- satu di laga ujicoba kontra Yordania dan sisanya di kualifikasi Piala Dunia 2014, ditambah sikapnya yang keras terhadap Firman Utina cs., Riedl pun tak segan mencap Wim tak pantas menangani Indonesia. JANGAN LEWATKAN Wim Rijsbergen: Ini Bukan Tim Saya!Rijsbergen Panggil Boaz & Salampessy Wim Rijsbergen Akui Keunggulan IranRijsbergen Terkenang Duel Iran-Belanda Rijsbergen: Tidak Akan Ada Poin MudahRijsbergen Cari Komposisi Ideal Timnas Wim Beri Latihan Game KoreksiRijsbergen Mau Panggil Pemain Timnas U-23 Opini tersebut diungkapkan Rield dalam wawancara dengan pemimpin redaksi GOAL.com Indonesia, Bima Said, Kamis (8/9). Selain itu, eks arsitek Vietnam dan Laos itu juga menyampaikan perkembangan upayanya dalam kasus melawan PSSI yang dianggap banyak pihak tak punya alasan kuat memecatnya. Namun, meski telah dikecewakan, Riedl ternyata tak menutup pintu terhadap probabilitas kembali menangani Tim Garuda. Berikut kutipan wawancaranya: GOAL.com: Bagaimana tanggapan Anda terhadap kekalahan yang dialami Indonesia dari Iran dan Bahrain? Alfred Riedl: Saya hanya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Mereka bermain tanpa inspirasi, spirit dan lemah secara taktis. GOAL.com: Anda memilih pemain-pemain ini sebelum timnas ditangani Wim Rijsbergen. Dari dua kekalahan tersebut, apa yang berubah dari permainan timnas? Alfred Riedl: Hampir semua pemain saya pilih karena mereka yang terbaik di Indonesia - pemain yang sama yang lolos melawan Turkmenistan. Tentunya bisa mengganti dua atau tiga pemain dengan yang lain tapi tidak lebih dari itu. Pertanyaannya adalah, apa yang dilakukan staf pelatih dengan para pemain? Bagaimana mereka mengatasi tekanan terhadap pemain, dan lain-lain? Banyak hal yang perlu dipertanyakan kepada pelatih dan staf teknisnya. GOAL.com: Apa tanggapan Anda mengenai pernyataan Wim Rijsbergen usai pertandingan melawan Bahrain, yang menyebut pemain-pemain Indonesia yang Anda pilih tidak siap di level internasional? Alfred Riedl: Hal itu tergantung pemahaman Anda terhadap level internasional. Dia harus melatih dan membimbing timnas Indonesia. Tim ini bukan Jerman atau Belanda! Dia harus tahu di mana dia bekerja! Minimal para suporter ingin melihat pemain berlari dan berjuang. GOAL.com: Apa komentar Anda tentang sikap Wim yang menyalahkan para pemain timnas usai kekalahan dari Bahrain? Alfred Riedl: Ketika Rijsbergen ditunjuk [sebagai pelatih timnas], saya bersikap netral terhadap pelatih baru. Tapi, saya mendengar dari berbagai saksi bahwa pelatih menghina pemain saat turun minum melawan Bahrain. Dia berteriak "f*ck you all, apabila kalian tidak bermain baik di babak kedua saya akan tendang kalian semua dari tim ini" [If you don't play better in the second half I will kick all of you out.] Bukan main tapi sungguh nyata! Daripada memberi semangat kepada para pemain usai tertinggal 1-0, dia malah menghina mereka. Di Eropa, [kalau seperti itu] Anda bisa langsung dipecat, atau pemain memukul Anda! Setelah itu saya tidak lagi berpihak pada Rijsbergen. Dia tidak layak menjadi pelatih timnas Indonesia! Sekitar tujuh pemain sudah mengumumkan mereka tidak akan lagi bermain di bawah pelatih ini. Masalah besar bagi PSSI. GOAL.com: Banyak yang menginginkan Anda kembali menangani timnas. Bahkan Anda sempat menjadi trending topic di Twitter usai pertandingan melawan Bahrain. Komentar Anda? Alfred Riedl: Kami tidak mampu memenangkan Piala AFF tapi kami mampu mengubah perasaan para suporter untuk timnas. Kedisiplinan, yang menjadi masalah pada tim sekarang ini seperti Boaz [Solossa], [Ian Louis] Kabes, dan [Kurnia] Meiga, juga komitmen kepada bangsa, iktikad, suatu hal baru yang dilihat suporter Indonesia telah lahir. Kami membangun antusiasme baru. Mungkin suatu hari saya akan kembali bekerja untuk timnas. Dalam bisnis gila ini Anda tidak akan pernah tahu. GOAL.com: Jadi, apabila kasus dengan PSSI telah diselesaikan, dan PSSI kembali menawarkan tugas melatih timnas Indonesia, apakah Anda akan menerima? Alfred Riedl: Ya, saya ulangi. Mungkin suatu saat nanti saya bisa kembali bekerja untuk timnas. Anda tidak akan pernah tahu dalam bisnis ini. GOAL.com: Bagaimana perkembangan kasus Anda yang telah dilaporkan ke FIFA? Alfred Riedl: Kasus dengan PSSI sudah beberapa minggu masuk FIFA, dan mereka akan mengambil keputusan. Saya hanya sekali bertemu dengan PSSI, sekitar dua minggu setelah saya dipecat. Sejak itu tidak pernah berhubungan lagi dengan PSSI. GOAL.com: Apa harapan Anda dalam kasus FIFA ini? Alfred Riedl: FIFA akan mengambil keputusan yang tepat. Mereka akan membantu saya! GOAL.com: Bagaimana masa depan Anda? Apakah Anda telah ditawari pekerjaan oleh klub Indonesia atau negara lainnya? Alfred Riedl: Saya akan terbang ke Laos dalam beberapa hari ke depan untuk berdiskusi [dengan asosiasi sepakbola Laos]. Ada perbincangan lainnya dengan sejumlah pihak, termasuk di Indonesia. Kemungkinan besar saya akan meninggalkan Jakarta dalam dua pekan ke depan kalau tidak ada hal luar biasa yang terjadi. >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia >> Semua Berita Sepakbola Indonesia


WAWANCARA - Alfred Riedl: Wim Rijsbergen Tidak Layak Melatih Timnas Indonesia, Mungkin Suatu Saat Nanti Saya Bisa Kembali

Pria Austria ini tak menutup pintu terhadap kemungkinan kembali menangani Garuda.

Oleh Dede Sugita

Alfred Riedl - Indonesia (GOAL.com/Donny Afroni)
Usai didepak dari jabatan pelatih timnas Indonesia oleh rezim PSSI anyar, Alfred Riedl sempat memosisikan diri di pihak netral terhadap sang suksesor, Wim Rijsbergen.
Namun, dengan catatan Tim Merah-Putih yang melempem di tangan pria Belanda berusia 59 tahun itu, kalah beruntun di tiga partai terakhir -- satu di laga ujicoba kontra Yordania dan sisanya di kualifikasi Piala Dunia 2014, ditambah sikapnya yang keras terhadap Firman Utina cs., Riedl pun tak segan mencap Wim tak pantas menangani Indonesia.
Opini tersebut diungkapkan Rield dalam wawancara dengan pemimpin redaksi GOAL.com Indonesia, Bima Said, Kamis (8/9).
Selain itu, eks arsitek Vietnam dan Laos itu juga menyampaikan perkembangan upayanya dalam kasus melawan PSSI yang dianggap banyak pihak tak punya alasan kuat memecatnya.
Namun, meski telah dikecewakan, Riedl ternyata tak menutup pintu terhadap probabilitas kembali menangani Tim Garuda. Berikut kutipan wawancaranya:

GOAL.com: Bagaimana tanggapan Anda terhadap kekalahan yang dialami Indonesia dari Iran dan Bahrain?

Alfred Riedl: Saya hanya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Mereka bermain tanpa inspirasi, spirit dan lemah secara taktis.
GOAL.com: Anda memilih pemain-pemain ini sebelum timnas ditangani Wim Rijsbergen. Dari dua kekalahan tersebut, apa yang berubah dari permainan timnas?

Alfred Riedl: Hampir semua pemain saya pilih karena mereka yang terbaik di Indonesia - pemain yang sama yang lolos melawan Turkmenistan. Tentunya bisa mengganti dua atau tiga pemain dengan yang lain tapi tidak lebih dari itu. Pertanyaannya adalah, apa yang dilakukan staf pelatih dengan para pemain? Bagaimana mereka mengatasi tekanan terhadap pemain, dan lain-lain? Banyak hal yang perlu dipertanyakan kepada pelatih dan staf teknisnya.
GOAL.com: Apa tanggapan Anda mengenai pernyataan Wim Rijsbergen usai pertandingan melawan Bahrain, yang menyebut pemain-pemain Indonesia yang Anda pilih tidak siap di level internasional?

Alfred Riedl: Hal itu tergantung pemahaman Anda terhadap level internasional. Dia harus melatih dan membimbing timnas Indonesia. Tim ini bukan Jerman atau Belanda! Dia harus tahu di mana dia bekerja! Minimal para suporter ingin melihat pemain berlari dan berjuang.
GOAL.com: Apa komentar Anda tentang sikap Wim yang menyalahkan para pemain timnas usai kekalahan dari Bahrain?

Alfred Riedl: Ketika Rijsbergen ditunjuk [sebagai pelatih timnas], saya bersikap netral terhadap pelatih baru. Tapi, saya mendengar dari berbagai saksi bahwa pelatih menghina pemain saat turun minum melawan Bahrain. Dia berteriak "f*ck you all, apabila kalian tidak bermain baik di babak kedua saya akan tendang kalian semua dari tim ini" [If you don't play better in the second half I will kick all of you out.] Bukan main tapi sungguh nyata! Daripada memberi semangat kepada para pemain usai tertinggal 1-0, dia malah menghina mereka. Di Eropa, [kalau seperti itu] Anda bisa langsung dipecat, atau pemain memukul Anda! Setelah itu saya tidak lagi berpihak pada Rijsbergen. Dia tidak layak menjadi pelatih timnas Indonesia! Sekitar tujuh pemain sudah mengumumkan mereka tidak akan lagi bermain di bawah pelatih ini. Masalah besar bagi PSSI.
GOAL.com: Banyak yang menginginkan Anda kembali menangani timnas. Bahkan Anda sempat menjadi trending topic di Twitter usai pertandingan melawan Bahrain. Komentar Anda?

Alfred Riedl: Kami tidak mampu memenangkan Piala AFF tapi kami mampu mengubah perasaan para suporter untuk timnas. Kedisiplinan, yang menjadi masalah pada tim sekarang ini seperti Boaz [Solossa], [Ian Louis] Kabes, dan [Kurnia] Meiga, juga komitmen kepada bangsa, iktikad, suatu hal baru yang dilihat suporter Indonesia telah lahir. Kami membangun antusiasme baru. Mungkin suatu hari saya akan kembali bekerja untuk timnas. Dalam bisnis gila ini Anda tidak akan pernah tahu.
GOAL.com: Jadi, apabila kasus dengan PSSI telah diselesaikan, dan PSSI kembali menawarkan tugas melatih timnas Indonesia, apakah Anda akan menerima?

Alfred Riedl: Ya, saya ulangi. Mungkin suatu saat nanti saya bisa kembali bekerja untuk timnas. Anda tidak akan pernah tahu dalam bisnis ini.
GOAL.com: Bagaimana perkembangan kasus Anda yang telah dilaporkan ke FIFA?

Alfred Riedl: Kasus dengan PSSI sudah beberapa minggu masuk FIFA, dan mereka akan mengambil keputusan. Saya hanya sekali bertemu dengan PSSI, sekitar dua minggu setelah saya dipecat. Sejak itu tidak pernah berhubungan lagi dengan PSSI.
GOAL.com: Apa harapan Anda dalam kasus FIFA ini?

Alfred Riedl: FIFA akan mengambil keputusan yang tepat. Mereka akan membantu saya!
GOAL.com: Bagaimana masa depan Anda? Apakah Anda telah ditawari pekerjaan oleh klub Indonesia atau negara lainnya?

Alfred Riedl: Saya akan terbang ke Laos dalam beberapa hari ke depan untuk berdiskusi [dengan asosiasi sepakbola Laos]. Ada perbincangan lainnya dengan sejumlah pihak, termasuk di Indonesia. Kemungkinan besar saya akan meninggalkan Jakarta dalam dua pekan ke depan kalau tidak ada hal luar biasa yang terjadi.
>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia

Pria Austria ini tak menutup pintu terhadap kemungkinan kembali menangani Garuda.

Oleh Dede Sugita

Alfred Riedl - Indonesia (GOAL.com/Donny Afroni)
Usai didepak dari jabatan pelatih timnas Indonesia oleh rezim PSSI anyar, Alfred Riedl sempat memosisikan diri di pihak netral terhadap sang suksesor, Wim Rijsbergen.
Namun, dengan catatan Tim Merah-Putih yang melempem di tangan pria Belanda berusia 59 tahun itu, kalah beruntun di tiga partai terakhir -- satu di laga ujicoba kontra Yordania dan sisanya di kualifikasi Piala Dunia 2014, ditambah sikapnya yang keras terhadap Firman Utina cs., Riedl pun tak segan mencap Wim tak pantas menangani Indonesia.
Opini tersebut diungkapkan Rield dalam wawancara dengan pemimpin redaksi GOAL.com Indonesia, Bima Said, Kamis (8/9).
Selain itu, eks arsitek Vietnam dan Laos itu juga menyampaikan perkembangan upayanya dalam kasus melawan PSSI yang dianggap banyak pihak tak punya alasan kuat memecatnya.
Namun, meski telah dikecewakan, Riedl ternyata tak menutup pintu terhadap probabilitas kembali menangani Tim Garuda. Berikut kutipan wawancaranya:

GOAL.com: Bagaimana tanggapan Anda terhadap kekalahan yang dialami Indonesia dari Iran dan Bahrain?

Alfred Riedl: Saya hanya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Bahrain. Mereka bermain tanpa inspirasi, spirit dan lemah secara taktis.
GOAL.com: Anda memilih pemain-pemain ini sebelum timnas ditangani Wim Rijsbergen. Dari dua kekalahan tersebut, apa yang berubah dari permainan timnas?

Alfred Riedl: Hampir semua pemain saya pilih karena mereka yang terbaik di Indonesia - pemain yang sama yang lolos melawan Turkmenistan. Tentunya bisa mengganti dua atau tiga pemain dengan yang lain tapi tidak lebih dari itu. Pertanyaannya adalah, apa yang dilakukan staf pelatih dengan para pemain? Bagaimana mereka mengatasi tekanan terhadap pemain, dan lain-lain? Banyak hal yang perlu dipertanyakan kepada pelatih dan staf teknisnya.
GOAL.com: Apa tanggapan Anda mengenai pernyataan Wim Rijsbergen usai pertandingan melawan Bahrain, yang menyebut pemain-pemain Indonesia yang Anda pilih tidak siap di level internasional?

Alfred Riedl: Hal itu tergantung pemahaman Anda terhadap level internasional. Dia harus melatih dan membimbing timnas Indonesia. Tim ini bukan Jerman atau Belanda! Dia harus tahu di mana dia bekerja! Minimal para suporter ingin melihat pemain berlari dan berjuang.
GOAL.com: Apa komentar Anda tentang sikap Wim yang menyalahkan para pemain timnas usai kekalahan dari Bahrain?

Alfred Riedl: Ketika Rijsbergen ditunjuk [sebagai pelatih timnas], saya bersikap netral terhadap pelatih baru. Tapi, saya mendengar dari berbagai saksi bahwa pelatih menghina pemain saat turun minum melawan Bahrain. Dia berteriak "f*ck you all, apabila kalian tidak bermain baik di babak kedua saya akan tendang kalian semua dari tim ini" [If you don't play better in the second half I will kick all of you out.] Bukan main tapi sungguh nyata! Daripada memberi semangat kepada para pemain usai tertinggal 1-0, dia malah menghina mereka. Di Eropa, [kalau seperti itu] Anda bisa langsung dipecat, atau pemain memukul Anda! Setelah itu saya tidak lagi berpihak pada Rijsbergen. Dia tidak layak menjadi pelatih timnas Indonesia! Sekitar tujuh pemain sudah mengumumkan mereka tidak akan lagi bermain di bawah pelatih ini. Masalah besar bagi PSSI.
GOAL.com: Banyak yang menginginkan Anda kembali menangani timnas. Bahkan Anda sempat menjadi trending topic di Twitter usai pertandingan melawan Bahrain. Komentar Anda?

Alfred Riedl: Kami tidak mampu memenangkan Piala AFF tapi kami mampu mengubah perasaan para suporter untuk timnas. Kedisiplinan, yang menjadi masalah pada tim sekarang ini seperti Boaz [Solossa], [Ian Louis] Kabes, dan [Kurnia] Meiga, juga komitmen kepada bangsa, iktikad, suatu hal baru yang dilihat suporter Indonesia telah lahir. Kami membangun antusiasme baru. Mungkin suatu hari saya akan kembali bekerja untuk timnas. Dalam bisnis gila ini Anda tidak akan pernah tahu.
GOAL.com: Jadi, apabila kasus dengan PSSI telah diselesaikan, dan PSSI kembali menawarkan tugas melatih timnas Indonesia, apakah Anda akan menerima?

Alfred Riedl: Ya, saya ulangi. Mungkin suatu saat nanti saya bisa kembali bekerja untuk timnas. Anda tidak akan pernah tahu dalam bisnis ini.
GOAL.com: Bagaimana perkembangan kasus Anda yang telah dilaporkan ke FIFA?

Alfred Riedl: Kasus dengan PSSI sudah beberapa minggu masuk FIFA, dan mereka akan mengambil keputusan. Saya hanya sekali bertemu dengan PSSI, sekitar dua minggu setelah saya dipecat. Sejak itu tidak pernah berhubungan lagi dengan PSSI.
GOAL.com: Apa harapan Anda dalam kasus FIFA ini?

Alfred Riedl: FIFA akan mengambil keputusan yang tepat. Mereka akan membantu saya!
GOAL.com: Bagaimana masa depan Anda? Apakah Anda telah ditawari pekerjaan oleh klub Indonesia atau negara lainnya?

Alfred Riedl: Saya akan terbang ke Laos dalam beberapa hari ke depan untuk berdiskusi [dengan asosiasi sepakbola Laos]. Ada perbincangan lainnya dengan sejumlah pihak, termasuk di Indonesia. Kemungkinan besar saya akan meninggalkan Jakarta dalam dua pekan ke depan kalau tidak ada hal luar biasa yang terjadi.
>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia